Tuesday, July 24, 2012

Menyontek Vs Kejujuran

Ujian sudah di depan mata, saatnya mencontek “. Begitu ungkapan beberapa pelajar Indonesia. Waaaah .. fenomena contek menyontek sepertinya merupakan hal yang sangat biasa sekali di kalangan pelajar . Bahkan sudah menjadi budaya yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Cara yang dilakukan agar berhasil mencontek pun beragam . Mulai dari Kaos kaki sampai Telepon genggam pun digunakan demi mensukseskan jalan curang satu ini. Angka perilaku contek mencontek Indonesia juga meningkat dari tahun ke tahunnya .
Hukum mencontek sendiri sebenarnya sudah jelas jelas “dilarang” .
Kalau ditanyakan kepada para pelajar, mengapa mereka menyontek? Alasan utamanya adalah ketakutan dapat nilai jelek.Mengapa takut? Kalau dapat nilai jelek, ayah-ibu akan marah. Kalau dapat nilai jelek,  malu pada teman-teman. Tetapi, kenapa tidak malu menyontek? Bahkan ada pelajar yang sengaja memberikan contekan . Ini pengertian “murah hati” yang salah dimaknai bagi masyarakat indonesia .
 Namun berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebagian besar pelajar yang mencontek di sebabkan tidak PD atau Percaya Diri . Penyakit minder yang berlebihan ini menjadi factor penting dalam mencontek . Takut jawaban yang ia miliki salah, atau tidak sama dengan milik teman.
Padahal menyontek merupakan hal yang sangat merugikan. Bagaimana tidak, akibat yang di tanggung pun sangat berat. Jika ketahuan, nama baik akan tercoreng, bisa menurunkan nilai akademis, tidak dapat nilai, bahkan sampai tidak naik ke jenjang selanjutnya tau tidak naik kelas. Jika tidak ketahuan, kerugian tetap ia miliki. Ilmu yang ia dapat pada saat mencontek itu tidak akan melekat pada otaknya alias  tidak bermanfaat .
Guys, sebenarnya system kejujuran itu lebih efektif daripada menyontek. Menyontekpun belum tentu menjamin nilai kita akan lebih bagus daripada teman lainnya. Bisa saja yang kita contek itu malah jawaban yang salah. Jujur itu lebih baik. Berapapun hasil yang kita dapat berarti segitulah kemampuan kita dan kita harus bisa menghargai hasil kita sendiri. Jika nilai kita bagus berarti harus kita pertahankan . Tetapi jika nilai kita kurang memuaskan berarti usaha kita harus lebih ditingkatkan lagi agar lebih baik . Jadi, dengan kejujuran kita bisa lebih mengerti seberapa kemampuan kita.   Lagipula, jika dengan jujur nilai kita lebih bagus dari yang lain, merupakan suatu kebanggan tersendiri bukan ?.  :)
Maka dari itu mencontek bukan satu satunya jalan yang bisa menjamin nilai kita jadi bagus. Tetapi cobalah bersikap jujur dalam ujian. Percaya dirilah, Yakin bahwa kita bisa lebih dari orang lain. Hargai hasil usaha sendiri. Hilangkan kebiasaan menyontek di kalangan kita dan belajar yang rajin agar mendapatkan nilai yang memuaskan .

1 comment:

  1. thx untuk artikelnya ya...
    begitu membantu!!!!
    saya akan membagikan ini kpd murid2 sya...

    GBu

    ReplyDelete