Upacara pembukaan, dilaksanakan di Lapangan Engku Putri. Peserta putra berangkatnya jam 10 malem, kalau peserta yang putri berangkat jam 3 subuh. Upacara mulai sekitar jam 7 pagi. Selain upacara juga ada pemecahan rekor MURI. Parade kirab gurindam 12 dengan tulisan terpanjang. Dikarenakan hujan, akhirnya tidak sampai pasal 12. Tapi berhasil mecahin rekor MURI koq. Hujannya gak nanggung-nanggung dan akhirnya seluruh peserta bubar karena hujan semakin deras. Namun beberapa kontingen berkumpul meneriakkan yel-yel masing-masing. Seperti kontingen Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat, termasuk Kepri. Seru banged, hujan-hujanan bareng ribuan orang se Indonesia meneriakkan yel-yel kebanggan.
Paling berkesan bagiku itu hari ke-4. Seperti biasa, setiap ba'da isya kami mengadakan Pentas Seni. Jadi dari berbagai daerah menampilkan kesenian khas daerahnya masing-masing.
Acaranya diadakan di lapangan utama. Tak sampai akhir acara hujan lebat turun. penonton berhamburan, ada yang lari langsung ke tenda, ada juga yang berteduh di atas panggung banyak deh.
| Aku dan Kak Caca |
Aku, sama kak caca, ivana, dian, dan kak rahma udah sampai di tenda lebih dulu. sementara rita, ain, maya masih berteduh di atas panggung. Dalam keadaan hujan lebat, kami tidur di dalam tenda, aku udah ngerasa gak enak badan dari pagi sebenernya, badanku panas dingin, aku tidur sebelah kak caca yang kami berdua sama-sama masuk angin. Sementara Ivana, Dian dan Kak Rahma udah tertidur, aku masih setengah sadar, sedangkan kak caca tampaknya masih serius mengoleskan minyak kayu putih ke kepalanya. Jam menunjukkan pukul 12:00. Hujan turun makin lebat. Tiba-tiba terdengar suara "Bugh". Seperti ada yang jatuh di luar, aku masih berbaring setengah merem, Kak Caca langsung keluar tenda lalu berteriak "Wooooyyyy, rak sepatu kita jatoh" teriak kak caca. yang terdengar hanya suara dengkuran kak Rahma :D. Aku tak kuasa menahan tawa saat itu. Dengan sangat terpaksa dan setengah pusing aku pun keluar tenda membantu kak Caca mengangkat rak sepatu ke dalam tenda. Hujan turun semakin lebat saja. Akhirnya aku berdua kak Caca basah kuyup. Kami juga nyelamatkan jemuran temen-temen tenda lain. Tampaknya semua orang udah tertidur pulas. Saat aku menata sepatu dalam tenda dalam keadaan basah kuyup, "Pew, tau gak cara ngelepasin tabung gas itu?" "Ah, aku gatau kak, lagian aku gak berani" "Ya Ampun, aku takut meledak lo kalo kena hujan tu" "trus gimana donk?" entah itu benar atau tidak yang penting saat itu aku dan Kak Caca panik. "trus gimana dong kak?" Tiba-tiba kak caca berlari keluar tenda dan tak sampai 1 menit pemirsa bayangkan. Ia udah masuk lagi ke dalam tenda membawa tabung gas. "Loh? kak itu bisa!" "gatau aku pew, udah panik kali aku" disitu kami antara sebel karena gak ada yang bantuin kami berdua, tapi kami disitu juga tertawa melihat kekonyolan kami malam itu.
Jam 02:00 hujan berhenti, aku dan kak Caca masih basah kuyup. tak mungkin kami tidur dalam keadaan seperti ini. ketiga teman kami yang berteduh di atas panggung pun pulang. Aku dan Kak Caca duduk didepan tenda bagaikan "
Masalah satu selesai, satu lagi permasalahan. Kami gak punya tempat tidur. Setelah mandi, aku dan kak caca mencari tempat tidur, awalnya kami ke mesjid, ternyata penuh, mau numpang di lurah gak mungkin, mereka juga udah tidur. kepalaku semakin pusing. "Ya Allah pewe, aku takut lah jalan sama adek, muka mu pucet kali" kata kak Caca, "udah lah kak kita numpang ditenda orang aja kalo enggak" kataku "Udah jam 3 ni, nunggu azan subuh aja ya, kita tidur jam 5, numpang aja di tenda si Yusa mukamu dah pucet kali soalnya" "iya lah", kami berdua duduk di pinggiran kios depan Bumper menunggu azan subuh. dan barulah setelah jam 5 kami tidur di tenda kak Yusa. Fiuh _,_
Tunguu Part IV :)
No comments:
Post a Comment