Sunday, October 28, 2012

Labil (?) Throw it (!)



Tugas, Tugas, Tugas dan Tugas. itu namanya derita anak SMA. dikit -dikit tugas kemudian Ulangan. uuh! hingga akhirnya aku pernah mencapai titik (paling) jenuh dan berpikir buat apa aku belajar? dateng ke sekolah, duduk, dengerin bla-bla-bla dari gubid, tulis, kerjakan, catat, bawa pulang, besok ulangan. ah aku jenuh. terlebih lagi penilaian harus tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). apa apaan ini? jadi belajar harus mengejar nilai. jika belum tuntas kami terpaksa remedial. ah, sekolah jaman sekarang seperti ini semua kah? membosankan. dengan mengejar KKM membuat sekolah se akan-akan (hanya) untuk mengejar nilai, bukan menaikkan kualitas hidup. disaat - saat yang seperti itu aku selalu berpikir ingin membuang semua buku yang kupunya. tapi setelah beberapa lama aku merenung. aku baru sadar. ini lah masa terlabilku.
Aku mencari jati diri. siapa aku sebenarnya? mau jadi apa aku di masa depan? apa yang kita lakukan saat ini menentukan bagaimana kita di esok hari. itu pepatah lama memang. jangan salah, orang yang sukses itu juga pernah labil. bedanya orang sukses itu dia lebih "sabar" dan "tenang" dalam menghadapi masa - masa terlabilnya. sebagai contoh saya (penulis) mengambil contoh dari abang Thomas Alva Edison. berapa kali dia melakukan percobaan hanya untuk membuat sebuah bohlam? menggunakan berbagai benang, dan bulu untuk menghantarkan aliran listrik menjadi cahaya. 9.999x percobaan dan 9.999x gagal!. kalau ditanya apa dia gak labil? pasti labil! apa dia galau? pasti galau. tapi ia sabar dan tenang (banget). bandingkan dengan orang lain yang baru mencoba 2x sudah menyerah dan mengatakan "ah aku tidak bisa". dan hasilnya? penemuannya itu digunakan seluruh penduduk bumi selama 135 tahun terakhir. luar biasa bukan. (harus bilang wow).
Kembalikan pada diri sendiri. setelah berfikir (agak) lama. saya sadar. saya kurang sabar. saya kurang tenang. banyak mengeluh. jenuh. labil! ya. sekarang bagaimana saja cara kita menghadapi masa - masa labil kita dengan sabar. tidak sabar? ya modar. tak sepatutnya menyalahkan KKM. hanya saja terlalu memandang semua itu dari segi negatif. pertanyaannya. bayangkan jika seseorang mengenal mu hanya dari segi negatif yang ada pada dirimu. apa kamu terima? (penulis) menjawab tidak!
kesimpulannya, memandang sesuatu dari segi negatif hanya akan membuat seseorang merasa tidak nyaman. ya kembali lagi. labil. emang labil enak? ENGGAK! tapi jika sudah terlanjur. ya kuncinya seperti telah disebutkan tadi. Sabar. Tenang.
Find The Real You! 

No comments:

Post a Comment