Tuesday, December 11, 2012

ISLC (Indonesia Student Leadership Camp) 2012 -Universitas Indonesia-

Kamis, 1 November 2012. Pagi itu dengan membawa tas ransel dan tas sandang aku berjalan menuju loket boarding. Tujuan keberangkatanku waktu itu Kota Jakarta, untuk menghadiri undangan dari Universitas Indonesia dalam mengikuti acara ISLC (Indonesian Student Leadership Camp) 2012. Mengikuti acara ISLC ini tentu telah melewati berbagai seleksi yang sangat ketat. Jauh hari sebelumya diadakan penyeleksian. Setiap peserta merupakan seorang dari jajaran ketua OSIS aktif dari seluruh Indonesia, tak hanya itu mereka juga harus mengirimkan CV (Curriculum Vitae) dan mengirimkan essay tentang rencana konkret mimpi pendidikan Indonesia. Hingga terpilih lah seratus orang jajaran ketua OSIS dari seluruh Indonesia yang berhak mengikuti acara ISLC ini. Dan saya merupakan salah satu diantara seratus Ketua OSIS tersebut.


Acara berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Hari pertama grand opening dan pemberian materi. Pembicara pertama kita adl Sri Rosiyanti dan Sri Irianingsih (ibu kembar pendiri sekolah darurat kartini). Dari kedua ibu kembar ini masih ada kata-kata mereka yang masih sangat saya ingat hingga sekarang. Kira-kira bunyi-nya seperti ini "Kepemimpinan yg berkarakter, dmn seorg pemimpin hrs pny kepedulian pd pendidikan". Kemudian pembicara kedua ada juga kak Iman Usman, seorang Mahasiswa Berprestasi Nasional dan Mahasiswa Berprestasi UI. Yang tak terlupakan darinya adalah ketika dia menceritakan salah satu mimpinya untuk berbicara di podium United Nations (PBB) dan akhirnya terwujud. Dari kak Iman Usman jugalah saya jadi lebih semangat untuk terus bermimpi. Believe and Make it Happend. Selanjutnya juga ada bapak Ahmad Basori, CEO JOSS. Sangat menginspirasi, kami diajak bernyanyi bersama. Liriknya seperti ini

Leadere suci dalam pikiran
Leadere benar jika berkata
Leadere tepat dalam tindakan
Leadere dapat dipercaya

Susun jari berbentuk bintang

Bersama Bapak Ahmad Basori
 Lagunya simpel, dan kami nyanyikan bersama. Kami juga diberikan games kecil untuk mengenali JOSS (Jujur, Optimis, Semangat, Simpatik). Mulai dari mencari teman yang segolongan darah, bulan lahirnya yang sama, hingga ukuran sepatu yang sama. Games-games kecil ini membuat kehangatan diantara para peserta ISLC dan mulai saat itu aku juga tak terlalu canggung lagi ketika berbaur bersama teman-teman jajaran ketua OSIS seluruh Indonesia. Hari pertama sungguh melelahkan karena setibanya di Bandara Soeta, saya langsung menuju UI bersama peserta yang lain hingga serangkaian kegiatan hari pertama seperti yang saya sebutkan sebelumnya berakhir pada pukul sebelas malam.
Hari kedua kami melaksanakan Outbound di Hutan UI. Konon mahasiswa UI sering menyebut Hutan UI ini dengan sebutan "UI Wood". Seluruh peserta Panitia memberikkan kami dua games, dan pada akhir outbond kami diberi tantangan untuk "Perang Gerilya". Kami melewati outbond bersama anggota kelompok. Satu kelompok terdiri dari sepuluh orang. Saya anggota dari kelompok delapan. Dari dua games tersebut, sangat dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota kelompok. Dan setelah dua games berakhir, kelompok kami mendapatkan point cukup tinggi hingga berhasil meraih peringkat dua diantara kelompok-kelompok lainnya. Sehingga kami bisa memilih lebih banyak senajata untuk persiapan perang gerilya. Dalam perang ini masing-masing kelompok wajib menyelamatkan bendera merah putih agar tak direbut oleh kelompok lain. Saat perang dimulai, sungguh sangat tak terlupakan. Berbagai kelompok menyerang satu sama lain, menurut saya ini sangat seru. Soalnya mirip tawuran gitu. haha. Berikut salah satu gambar yang saya ambil dari salah satu kamera panitia. 

Saat Perang Gerilya

Naik Spekun (Sepeda Kuning)
Depan Wisma Makara UI
Setelah Perang Gerilya berlangsung, dilanjutkan mobilisasi ke Wisma Makara UI, tempat penginapan kami selama 4 hari. Bedanya kali ini kami mobilisasi menggunakan spekun atau sepeda kuning. Sepeda-sepeda ini milik Univesitas Indonesia. Sambil mengayuh sepeda, saya menikmati pemandangan Universitas Indonesia. Sangat asri, sejuk, dan nyaman. Saya berharap di Batam ada tempat semacam ini. Setelah solat zuhur, kami bersiap-siap mengelilingi Universitas Indonesia. Mulai dari Fakultas Hukum, Budaya, Ekonomi, Teknik, Sastra dan seluruh Fakultas lainnya. Yang paling mengesankan ketika saya dan peserta lainnya mengunjungi Perpustakaan Pusat UI. Tenang, Bersih, Nyaman. Gedung Perpustakaan Pusat memang tampaknya sengaja di design se-apik mungkin demi kenyamanan mahasiswa dalam membaca buku. Gedung ini memang bentuknya abstrak, namun tertata rapi (maksudnya? ya gituulah pokoknya) 

Perpustakaan Pusat UI

Bersama 100 Ketua OSIS Seluruh Indonesia

5 orang berderet memakai kacamata. haha

With Boyband :D

Sehabis keliling-keliling UI, kami "nonton bareng" di Pepustakaan Pusat, film Tanah Surga Katanya. berhubung udah malem, jadi beberapa peserta ada yang ketauan tidur tidak pada tempatnya (termasuk saya) eh. sebenarnya bukan tidur. mungkin sekedar nge-fly aja. Film-nya sangat bagus. Menceritakan sebuah keluarga kecil yang tetap berusaha bertahan di perbatasan Malaysia-Indonesia. Dan lagu soundtrack dalam film itupun seakan-akan menjadi mars kami peserta ISLC 2012 mulai hari itu. kira-kira seperti ini bunyinya "...bukan lautan hanya kolam susu ..." nah seperti itulah. Tak terlupakan. Setelah malam itu kami lebih sering menyanyikan lagu itu bersama-sama. Saat mobilisasi, jalan-jalan, sampai sebelum tidur pun masih ada yang menyanyikan. Dan satu lagi, kebiasaan yang tak terlupakan dari peserta ISLC. Kata-kata "Modus" yang sangat sering diucapkan dengan sangat medhok. Jadi lebih terdengar seperti "Modhus" pake-H.  haha unforgettable :)
Kelompok 8 (Agus Salim)

Nonton bareng Tanah Surga
Dan keesokan harinya, merupakan hari paling padat selama kami 4 hari di UI. Pagi harinya semua peserta sudah siap dengan mengenakan baju batik. Hari itu kami diberikan materi-materi mengenai Leadership, dan Entrepreneurship. Bertemu dengan Ibu Tri Mumpuni, Bapak Harry Hikmat. Kemudian bertemu juga dengan Bapak Goris Mustaqim si entrepeneur jempolan , Kak IJO (nama lengkapnya lupa, maaf ya kak) si entrepreneur brilliant, Kak Mega Novelia si presenter cantik. hehe. Semua pengalaman dan materi yang mereka berikan sungguh luar biasa dan sangat memotivasi saya, bahwa seorang leader itu harus kreatif, inovatif! intinya gitu. hehe :D Oh iya, saat diruangan ini kelompok saya (kelompok 8) sempet2in foto bareng mentor Ka Arizal Riyaldi, seorang mahasiswa fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya jurusan Sastra Arab yang hanya muncul pada kegelapan. haha peace ya kak :)

Foto bareng lagi
Dan setelah selesai acara tadi, kami mobilisasi ke ruang sidang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) buat mengadakan konnferensi. Ini seru banget. Kami simulasi rapat terkait isu pendidikan yakni MOS yang memberatkan peserta didik baru. Masing-masing kelompok tampaknya sangat ber-ambisi sekali memenangkan mosi-nya. Ada yang menyatakan bahwa MOS tetap harus dilaksanakan walau peraturannya sangat memberatkan untuk melatih kedisiplina, ada juga yang menyatakan bahwa MOS harus ditiadakan karena sangat mengganggu kesehatan peserta didik baru. Perdebatan terus terjadi. Dan pada akhirnya masing-masing kelompok membuat kesepakatan bersama bahwa MOS tetap  diadakan tetapi beberapa peraturan harus diubah.

Tepuk tangan dulu
Lanjut malam harinya merupakan malam puncak dari seluruh rangkaian kegiatan kami. Kami melewati gala dinner yang tak terlupakan bersama Putri Pariwisata 2012 tante Rieke Caroline. ada juga bapak Emil Salim   Bapak Menteri Lingkungan Hidup. Ah Sungguh tak terlupakan bertemu orang-orang hebat seperti mereka :)

Tante Rieke Caroline
Bapak Emil Salim
Teman semeja makan
Nyanyi Bareng

Dan yang tak terlupakan ketika judul Essai saya disebut sebagai salah satu 20 essay terbaik seluruh Indonesia. Tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan di hari terakhir kami melewati closing ceremony. Untuk hari terakhir ini tak ada fot-foto nya soalnya camera saya udah habis batre. hehe
Oh iya satu lagi. malam hari-nya sebelum saya pulang ke Batam. Saya, Joko, Dewi, kak Fitri, Nana, Qarel, dan 9 peserta ISLC lainnya yang belum pulang ke daerah masing-masing menyempatkan diri jalan-jalan ke Monas. Katanya belum afdhol kalo ke Jakarta belum ke Monas. Dan tetteretteeeet

Di Monas bersama pak Jokowow :D

Saya nyampe juga di Monas. Kayak mimpi deeh, Sempet kejar2an juga sama kloter kereta terakhir buat balik lagi ke Jakarta. dan baru balik ke Asrama UI jam 2  malam setelah makan2 nasi goreng dulu di sekitar wilayah Depok.
Itu tadi pengalaman singkat saya selama di Universitas Indonesia. Sungguh tak terlupakan, dan saya sangat berharap 1 tahun lagi setelah saya lulus SMA saya bisa menjadi mahasiswa disana.
Terima Kasih UI, Doakan saya bisa balik kesana lagi dengan mengenakan Jas Kuning-mu :)


No comments:

Post a Comment