![]() |
| I got this pic from here |
"Apa kabar?"
"Baik put.. kamu?"
"Sedikit stress. kamu?"
"Stress kenapaaah?" Tanyanya
"Biasalah. Efek sindrom kelas 3. tugas dan ujian -_-"
"Haha, mau ambil kampus mana put? masih mau jadi dokter?"
.....
Kita bagi-bagi cerita gimana rencana kuliah kedepan. Sekolah dia gimana. Mau kuliah dimana. Pacar dia gimana. Well, gue seneng sama sikap humble dia. Jadi walaupun kita udah putus, kita tetep berteman baik.
"ciee, yang udah punya pacar. gak ada potong tumpeng? hehe" sindirku
"aman itu put, aku sekarang banyak ikuti pemahaman kamu lo put ;)"
"pemahaman yang mana?" Tanyaku penasaran
"yang tentang relationship gitu deh hehe masih kepo aja lu jadi orang :p" jawabnya meledek
"bukan kepo, kalau ada orang yang ikutin mindseat kita kan berarti itu bagus. kasi tau dong.. jadi gue bisa makin pegang sama konsep gue...."
"haha aku inget ko dulu pernah bilang "kita itu terlalu muda untuk tidak bahagia" jadi bahagiakan hidupmu sebelum jadi tua, terus ko juga pernah bilang "buat hidupmu sebahagia mungkin" yaaa yang itu deh ;)"
"haha, kalau lo megang konsep yang itu sih gapapa, yang penting lo jangan ikutin gila gue aja haha"
...
Well, gara-gara dia gue jadi sadar, gue ngelupain satu hal. Padahal dulu gue sering ingetin hal ini ke dia. Gue lupa kalau gue terlalu muda untuk tidak bahagia. Kenapa gitu? soalnya akhir-akhir ini gue tenggelam sama tugas-tugas dan ujian plus terlalu memikirkan hal-hal yang totally gak penting. Hufft..
Oh My God. Thanks for sending him tonight and make me realize. I have to remember that im too young to be so unhappy and i have to make my life as happy as i can.
Kiss by,
.jpg)
No comments:
Post a Comment